Pelangi tampak berwarna dan melengkung karena cahaya matahari berinteraksi dengan tetes air hingga menghasilkan spektrum. Posisi pengamat menentukan bagian fenomena itu yang terlihat: pelangi bukan benda yang berada pada satu jarak tertentu di langit, melainkan efek optik yang muncul saat tetes air dilihat dari sudut tertentu [1].

Pelangi168: bagaimana tetes air membentuk warna?

Pada pelangi primer, cahaya dibiaskan ketika memasuki tetes air, dipantulkan di bagian dalam belakang tetes, lalu dibiaskan kembali saat keluar. Jalur cahaya ini menghasilkan spektrum yang terlihat sebagai pelangi. Pada busurnya, merah berada di sisi luar dan ungu di sisi dalam [1].

Spektrum pelangi berkesinambungan, bukan tujuh pita dengan batas yang tegas. Merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu adalah tujuh nama warna yang paling sering disebut. Pita warna terpisah yang terlihat merupakan hasil persepsi penglihatan manusia terhadap gradasi spektrum tersebut [1].

Posisi matahari dan pengamat menentukan arah busur

Pelangi matahari muncul di bagian langit yang berhadapan dengan matahari. Agar terlihat, tetes air harus berada di udara sementara sinar matahari datang dari belakang pengamat pada sudut ketinggian rendah. Karena posisi matahari berubah sepanjang hari, pelangi biasanya terlihat di langit barat pada pagi hari dan di langit timur pada sore hari [1].

Untuk pelangi primer, cahaya yang sampai ke mata berasal dari tetes air pada sudut sekitar 42° dari arah yang berlawanan dengan sumber cahaya. Busur tampak berpusat pada garis dari matahari ke pengamat. Tetes-tetes yang terlihat pada sudut tersebut membuat lengkungan muncul di langit [1].

Pelangi dapat membentuk lingkaran penuh, tetapi pengamat biasanya hanya melihat bagian busur yang berada di atas tanah. Karena bentuknya bergantung pada sudut pandang, orang yang tampak berdiri di ujung busur tidak sedang melihat satu objek yang sama dari jarak berbeda: pengamat lain melihat pelangi berbeda pada sudut yang sama [1].

Busur kedua memiliki urutan warna terbalik

Dalam kondisi tertentu, terlihat busur sekunder di luar busur primer. Busur ini lebih besar tetapi lebih redup, muncul sekitar 10° di luar batas busur utama, dan memiliki urutan warna terbalik: merah di sisi dalam. Perbedaan tersebut berkaitan dengan cahaya yang mengalami dua kali pantulan di bagian dalam tetes air sebelum keluar [1].

Lengkungan pelangi bukan garis yang tertancap di cakrawala. Bentuk dan warna yang terlihat muncul dari cahaya, tetes air, serta posisi pengamat yang bekerja bersama; mengubah sudut pandang berarti melihat susunan pelangi yang berbeda [1].

Sumber

  • [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Pelangi. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29482382&title=Pelangi (diakses 2026-10-17).